Sabtu, 01 April 2017

Direct and Indirect Speech Dalam Bentuk Future dan Imperative

Aturan Perubahan Direct and Indirect Speech Bentuk Future dan Imperative

A. Bentuk Future

No
DIRECT
INDIRECT
1
Simple Future
Past Future
2
Future Continuous
Past future continuous
3
Future Perfect
Past Future Perfect
4
Future Perfect Continuous
Past Future Perfect Continuous

Contoh :
-Simple Future
Direct   : He told me, “I will go to university next year”.
Indirect : He told me that he would go to university the following year.

-Future Continuous
Direct   : He said “I will be buying a book”
Indirect : He said that he would buy a book

-Future Perfect
Direct   : ”I will have bought a book”
Indirect : He said that he would have bought a book

B. Bentuk Imperative
Imperative adalah kalimat perintah yang bertujun untuk memerintahkan/ meminta seseorang melakukan sesuatu yang kita kehendaki. Dalam imperative kita tidak dianjurkan memakai subjek diawal kalimat, karena kalimat ini bersifat langsung kepada subjek namun tidak disebutkan subjeknya. Contohnya Ambilkan payung saya!. Tanda baca yang selalu digunakan dalam imperative adalah tanda baca seru (!) dan terdapat kata “please” yang biasanya diletakan diawal atau diakhir kalimat. Hal itu bertujuan mempertegas kalimat agar yang diperintah langsung melakukan perintah. Imperative mempunyai 2 (dua) pola dan berikut ini penjelasannya.
1. Imperative yang menggunakan kata kerja
Verb 1 + Object
Perhatikan contoh kalimatnya dibawah ini:
  • Direct    : Miftah said, “cut the paper into two side and fold like me!”
    Indirect : Miftah said to cut the paper into two side and fold like him
  • Direct    : Mr. Fairiz said me, “ Take me a cup of tea, now!”
    Indirect : Mr. Fairiz said me to Take him a cup of tea, then
2. Imperative yang menggunakan kata kerja bantu berupa “TO BE” disini kita hanya menggunkan “BE”
Be + Noun/ Adjective/ Adverb
Perhatikan contoh kalimatnya dibawah ini:
  • Direct   : My mother said me, “Be my good daughter when I leave you alone at home!”
    Indirect : My mother said me to Be her good daughter when she left me alone at home!”
  • Direct    : I said her, “be silent!”
    Indirect : I said her to be silent



Jumat, 10 Maret 2017

Active and Passive Sentence in Past Form

Subjek pada passive voice merupakan objek pada active voice dengan was untuk subjek tunggal, sedangkan were untuk subjek jamak. Adapun agent pada passive voice merupakan subjek pada active voice.

1. Simple Past Tense
 
Active Voice
Passive Voice
S + verb-2 + direct object
S (direct object) + was/were + past participle +/- by … (agent)

  Contoh :
Active Voice
Passive Voice
Sunmark Press printed the first book in 2005
The first book was printed in 2005 by Sunmark Press.
Someone left the letter when he was away from his desk
The letter was left when he was away from his desk
Tio ate sardines and rice for dinner
Sardines and rice were eaten for dinner by Tio

2. Past Continuous Tense

Active Voice
Passive Voice
S + was/were + present participle + direct object
S (direct object) +was/were + being + past participle +/- by … (agent)




  Contoh :
Active Voice
Passive Voice
My friend was baking bread when I came
Bread were being baked when I came
Some workers was maintaining the toll road at this time yesterday
The toll road was being maintained at this time yesterday.
She was cleaning the kitchen floor while the children were playing in the living room
The kitchen floor was being cleaned while the children were playing in the living room

3. Past Perfect Tense

Active Voice
Passive Voice
S + had + past participle + direct object
S (direct object) + had + been + past participle +/- by … (agent)

  Contoh :
Active Voice
Passive Voice
They had used poison gas in World War I
Poison gas had been used in World War I
Sally had read two hundred books before graduating from the college
Two hundred books had been read by Sally before graduating from the college
He had helped you so many times
You had been helped so many times




Kamis, 09 Maret 2017

Active and Passive Sentence in Present Form

1. Simple Present Tense
            Berbeda dengan active voice – simple present tense yang main verb-nya berupa verb-1, main verb pada passive voice – simple present tense berupa past participle. Past participle ditemani oleh auxiliary verb is/am/are disesuaikan dengan subject pada passive voice (=object pada active voice)  memenuhi subject-verb agreement. Adapun agent pada passive voice merupakan subject pada active voice.

Active Voice
Passive Voice
S + verb-1 + direct object
S (direct object) + is/am/are + past participle +/- by … (agent)

  Contoh :
Active Voice
Passive Voice
Pregnant women should eat dark chocolate regularly
Dark chocolate should be eaten regularly by pregnant women
People make books from trees
Books are made from trees
My parents treat me like a baby
I am treated like a baby by my parents
                             
2. Present Continuous Tense
            Berbeda dengan active voice – present continuous tense yang main verb-nya berupa present participle, main verb pada passive voice – present continuous tense berupa past participle. Past participle ditemani oleh auxiliary verb “be” berupa am/is/are dan “being”. Be disesuaikan dengan subject pada passive voice (= object pada active voice)  memenuhi subject-verb agreement. Adapun agent pada passive voice merupakan subject pada active voice.

Active Voice
Passive Voice
S + am/is/are + present participle + direct object
S (direct object) + is/am/are + being + past participle +/- by … (agent)

  Contoh :
Active Voice
Passive Voice
I have no idea know why he is wearing the shirt to sleep
I have no idea why the shirt is being worn to sleep
She is not cutting the grass now
The grass is not being cut now
You are usually watching TV when I come
TV is usually being watched when I come

3. Present Perfect Tense
            Seperti active voice main verb passive present perfect tense juga berupa past participle dan diawali auxiliary verb have/has. Bedanya, passive present perfect tense mendapatkan tambahan auxiliary verb, yaitu: been. Have/has disesuaikan dengan subject pada passive voice (= object pada active voice) memenuhi subject-verb agreement, sedangkan agent pada passive voice merupakan subject pada active voice.

Active Voice
Passive Voice
S + have/has + present participle + direct object
S (direct object) + have/has + been + past participle +/- by … (agent)

  Contoh :

Active Voice
Passive Voice
He has prepared great slides for the presentation
Great slides has been prepared for the presentation
We have verified your application
Your application has been verified
Someone has used my credit card to buy airline tickets
My credit card has been used to buy airline tickets

Kamis, 02 Maret 2017

Using Articles (A, An, The)

What Are Articles?
A, An dan the (articles) adalah kata sandang yang digunakan untuk membatasi pengertian dari kata benda (noun). Artikel juga adalah kata sandang  yang digunakan untuk memodifikasi kata benda, orang, tempat, atau ide atau sebuah gagsan.

Secara teknis, artikel adalah kata sifat (adjective), yang dapat  memodifikasi kata benda. Biasanya kata sifat mengubah kata melalui deskripsinya, Ada beberapa jenis artikel yang dapat kita gunakan dalam penulisan dan percakapan untuk menunjukkan atau merujuk kepadakata atau kelompok kata. artcle itu antara lain: Definite articles. indefinite articles, dan Unnecessary Definite Article.

Kinds of Articles (Jenis Artikel)
Berikut adalah jenis artikel bahasa Inggris yang sering digunakan dalam kalimat.
  1. Definite Article: The 
  2. Indefinite Articles: and An
  3. Unnecessary Definite Article ( Definite artikel yang tidak perlu)
The Use of Articles (Penggunaan Artikel)

1. Definite Article: The 
Definite article digunakan untuk menunjukkan kata benda (noun), baik dalam bentuk tunggal atau jamak. Definite article ini menunjukkan benda, orang, tempat atau ide atau gagsan yang sudah jelas benda atua orangnya yang dimaksud. Artikel ini  diletakkan sebelum kata benda, atau sebelum kata sifat yang langsung memodifikasi kata benda.
Contoh :
  • Please give me the hammer. 
  • Please give me the red hammer; the blue one is too small. 
  •  Please give me the nail.
  • Please give me the hammer and the nail. 
 2. Indefinite Articles: and An
Indifinite Articles digunakan ketika kita ingin menunjukkan sesuatu yang belum jelas atau belum ditentukan. Kita menggunakannya ketika kita tidak tahu (tidak peduli) yang sedang kita berbicara.
Kita menggunakan articles ” A” sebelum kata benda (noun) atau kata sifat (adjectives) yang kata itu diawali oleh huruf mati (konsonan) baik secara bentuk wujud huruf maupun secara pengucapan seperti ”U” dibaca “YU” dll.
Contoh.
  • A cat                            
  • A dog                            
  • A university              
  • A young puppy        
  • A one-eyed pirate    
Kita menggunakan ”AN” sebelum kata-kata yang dimulai dengan bunyi vocal (A, I, U, E, O) atau bunyi H.
Contoh.
  • An egg                              
  • An hour-glass              
  • An antique necklace
3. Unnecessary Definite Article ( Definite artikel yang tidak perlu)
Jika kata benda yang diguanakan merupakan kata benda umum, maka kita menggunakan An, atau bahkan mungkin tanpa artikel sama sekali.
Contoh.
  • Use the utensil when eating the dinner.  
  • Use a utensil when eating dinner. 
  • Give me the liberty or give me the death. 
  •  Give me liberty or give me death. 
Ingat bahwa kata benda yang telah disebutkan sebelumnya harus diubah oleh sebuah artikel langsung. Namun, jika kata benda hanya muncul untuk pertama kalinya, an  indirect article yang harus digunakan.

Contoh : A child is riding a bicycle along a sidewalk; the child is wearing the helmet


Personal Description



NAMA   : I PUTRA ASDA SHAFARI
NPM      : 13216339
KELAS  : 1EA07



           Haii… my name is I Putra Asda Shafari. But people call me Putra. I was born in Jakarta, June 28th 1997, and now I live in Bekasi. I am a middle child, i have one older sister and one little brother. Many people think that my family came from Bali when they hear my name. Maybe because some of Balinese people also have the letter 'I' in front of their names like i do, but my parents actually came from West Sumatera. My mother, she is a housewife and my father is an entrepreneur. My hobbies are playing football, playing playstation, and many more.

I went to one of an elementary school in Jakarta on 2009, then i graduated and went to 74 junior high school also in Jakarta. There was a lot of memory that i can’t forget when i studied there. I graduated on 2012 and continued to 36 senior high school and graduated on 2015.

When it comes to college, i tried to enter some of the state universities, but sadly i couldn’t make it. Then i decided to give it another shot the next year.  I spent the whole year taking a  course to prepare myself before i took the second entrance examination. I did some try outs, and the result was actually not disapointed for me. A year had past, i took the entrance examination for the second time, and it turned out i still couldn’t make it. I tried another way. I took the independent test that was held by the universities itself, but still i couldn’t make it as well. Why did I wanted to go to state universities so much?? Well, the main reason is because the cost is mostly afordable  and i heard they also provided the student with a high quality teachers and good facilities. 

Finally, I decied to enroll to Gunadarma University because from what i know, it is considered one of the best private university in Indonesia. And also because its not very far from my house. I chose to major in Management. I've always wanted to be a Manager thats why. When the division of classes, my name was in 1EA07. Until one day, when i was informed that i might be able to get a scholarahip from Gunadarma University. I was very happy! with this scholarship, i can still study here when my parents really don’t need to pay anything to the university and we really thankful for that. Thanks to Gunadarma University for the scholarships that have been given to me.

Jumat, 13 Januari 2017

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Nama  : I PUTRA ASDA SHAFARI
NPM   : 13216339
Kelas  : 1EA07


ILMU BUDAYA DASAR
"MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB"

A. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
    Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertang­gung jawab.


B. MACAM MACAM TANGGUNG JAWAB

1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
    Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiapp orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.

2. Tanggung jawab kepada keluarga
     Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.

3. Tanggung jawab terhadap masyarakat
    Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab tersebut.

4. Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara
    Suatu kenyataan lagi, bahwa setiiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertinggah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri.

5. Tanggung jawab terhadap Allah Swt
    Allah SWT menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap perintah Allah Swt. Sehingga tindakan atau perbuatan manusia tidak bisa lepas dari pengawasan Allah Swt yang dituangkan dalam kitab suci Al Qur'an melalui agama islam.

C. CONTOH TANGGUNG JAWAB TERHADAP NEGARA


Wajib militer adalah salah satu contoh tanggung jawab terhadap negara. Wajib militer atau seringkali disingkat sebagai wamil adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda terutama pria, biasanya antara 18 - 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan seorang itu sendiri. Wamil biasanya diadakan guna untuk meningkatkan kedisiplinan, ketangguhan, keberanian, dan kemandirian seorang itu dan biasanya diadakan wajib untuk pria lelaki. Yang harus wamil biasanya adalah warga pria. Mereka wajib melakukan wajib militer selama 2 tahun lamanya. Hal ini tak terkecuali, sekalipun ia merupakan anak seorang pejabat ataupun selebriti, mereka wajib melakukan hal ini.

Berikut ini adalah beberapa Fakta seputar wajib militer di Korea Selatan yang perlu anda ketahui.

1. Hukuman Penjara Bagi Yang Melanggar

Fakta seputar wajib militer di Korea Selatan yang pertama adalah hukuman penjara bagi yang melanggar. Karena dari namannya saja sudah menggaris bawahi bahwa kegiatan ini merupakan hal yang wajib untuk dilakukan, maka tentunya ada konsekuensi jika ada yang melanggarnya. Tak main-main, bagi pria Korea Selatan yang sengaja tidak menjalani wamil, maka dapat dimasukkan ke penjara dan harus tinggal di penjara paling lama itu sekitar 3 tahun. Namun ternyata tak hanya hukuman tegas dari pemerintah yang akan menghantui para pria yang sengaja mangkir dari wamil, tetapi ada hal yang juga tak kalah menyeramkannya. Hukuman di kalangan masyarakat yang akan  mengucilkan pria yang tidak ingin melakukan wamil. Disana, mereka yang sengaja tidak melakukan wamil dianggap seperti tak mencintai negara dan tidak ingin berkorban untuk negeri tercinta.

2. Wajib Militer Bagi Anak Dari Pernikahan Campuran.

Fakta seputar wajib militer di Korea Selatan yang kedua adalah tentang wajib militer bagi anak dari pernikahan campuran. Jika statusnya masih sebagai warga negara Korea Selatan, maka pria tersebut tetap wajib wamil. Namun apabila dirinya ia punya status kewarganegaraan lain, maka ia tidak wajib melakukan wamil. 

Senin, 29 Agustus 2016

Proses Menuju Perguruan Tinggi

          Tahapan pertama menuju perguruan tinggi negeri adalah SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). SNMPTN adalah tahapan dimana siswa/i diterima di PTN melalui jalur undangan. Bagi kalian siswa/i kelas XII yang ingin mengikuti jalur SNMPTN, terus tingkatkan grafik nilai rapot anda. Diusahakan agar tidak ada nilai yang turun. Dalam memilih jurusan, diharapkan tidak ada siswa/i yang memilih program studi dan kampus yang sama. Selanjutnya, perhatikan akreditasi sekolah anda dan alumni lulusan sekolah anda. Semakin banyak lulusan sekolah anda yang berkuliah di PTN tersebut, maka peluang anda cukup besar untuk masuk PTN tersebut.

          Tidak diterima melalui jalur undangan ? Anda tidak perlu khawtir. Selanjutnya ada tahapan yaitu SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). SBMPTN adalah tahapan dimana siswa/i masuk PTN dengan cara tertulis. SBMPTN teridiri dari 60 soal TKD (Tes Kemapuan Dasar) dan 90 soal TKPA (Tes Kemampuan Potensi Akademik). Untuk Saintek TKD teridiri dari 15 soal Biologi, Fisika, Kimia, dan Mat.IPA. Sedangkan untuk Soshum TKD teridiri dari 15 soal Sejarah, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. TKPA Saintek dan Soshum terdiri dari 45 soal TPA (Tes Potensi Akademik), 15 soal Mat.Dasar, B.Inggris, dan B.Indonesia. SBMPTN sangat berbeda dengan ujian-ujian pada masa SMA. Dalam SBMPTN jika anda benar maka nilai anda +4, jika anda salah maka nilai anda -1, dan jika anda tidak menjawabnya maka nilai anda 0.

          Tidak diterima SBMPTN ? Tidak usah takut, beberapa PTN memberikan kesempatan untuk anda melalui tes mandiri. Tidak lolos juga ? Jangan sedih, mungkin belum rejeki anda untuk kuliah di PTN. Parameter kesuksesan seseorang bukan dinilai dari kampus dimana asal orang tersebut, tetapi bagaimana anda menjalankan nya dengan sungguh-sungguh. Semoga bermaanfaat untuk adik-adik yang akan melanjutkan menuju perguruan tinggi.